'bout me

Foto saya
selalu bersemangat dengan pengalaman baru

Senin, 21 Juni 2010

GARA GARA ANJING


...anjing lucu kaya ini koq disalahin mulu...

Percakapan via sms antara sepasang pria dan wanita yang gak jelas hubungannya.

pria : hi...
wanita : ya, gmn?
pria : apanya yg gimana?
wanita : he3 salah yah, mksd ku ada apa?
pria : just kangen!
wanita : miss u too, skrg ada gawe an apa?
pria : lg mw bunge jumping d double6, brani ga ya, anjing tinggi bgt
pria : kosong td pg biz dr sanur beach main wake board n pedal surf, seru biz
wanita : wah seru dong, tp jgn anjing2 dSms yah he3
pria : ya ya ya :-(
wanita : berani bunge jumpingny?ha3, klo ak ogah, g berani
pria : tau
wanita : jwb ny gt bgt, lg kesel, y udh ntr lg aj d
pria : ye...
wanita : ha3..ak td OL trs bc messages dr ym km, ak udh off y wktu km krm itu
pria : ye
wanita : males akh
pria : sama
wanita : heran d, kn napa siy?? udh d tserah km aj
pria : ok..aku mlz aj sm km. td sms ny ga enak k ak. but its ok, tp ak mang ky gni. please jgn rubah ak ok
wanita : ?sp yg mo ngerubah km?ak g pny hak sdikitpun dHdp km, soal sms td?lah kn ak smsny pke kata yg baik2 koq
pria : hmm...ntr aj x y ngobrol ny ak lg b.mood
wanita : tserah, tserah, tserah, km g pgn ngobrol lg jg gpp, heran d mslh kcl dBsr2in
pria : hmm, ok
wanita : bgus d, kita sPakat g ada lg
pria : ha he ho. wkwkwk

Anjing yang ga salah sedikitpun dibawa-bawa, kalopun ga salah selalu dibawa-bawa. Hubungan yang ga jelas antara pria n wanita ini makin ga jelas GARA GARA ANJING.

Rabu, 09 Juni 2010

...negri ini heboh...

Masyarakat baru-baru ini dikagetkan dengan video mesum yang pemerannya mirip Ariel 'n Luna Maya. Kekagetan belum berhenti, muncul video mesum kedua yang pemeran prianya masih mirip Ariel dan pemeran wanitanya mirip Cut Tari. Hebohlah negeri ini..sampe2 kemunculan video mesum ini dijadikan topik lucu-lucuan di sebuah radio. Macam-macam pro kontra atas siapa yang seharusnya dihukum atas beredarnya video2 mesum itu, dibahas.
Sebenarnya mulai bosan dengan topik yang ada di portal2 berita, koran, tv, radio...apalagi kalo bukan bahas video mesum itu. Memang siy ini seharusnya jadi kesadaran semua elemen. Tapi yang aku khawatirkan ma ade ku yang baru kelas VII SMP. Apalagi sekarang murid2 SMP udah punya tugas yang data-datanya bersumber dari internet. Aku udah titip pesen ma mamaku siy, minta Opel (nama adeku.Red) dipantau kalo internetan. Dia satu-satunya usia di bawah umur yang ada di rumah.
Mungkin perasaan ini yang sedang dirasakan oleh semua orang tua. Takut anak-anaknya terkena dampak buruk dari video2 mesum ini. Memang siy sejak dulu video seperti ini sudah banyak beredar, tetapi karena pemerannya merupakan public figure jadi heboh deh.
Sebagai sesama perempuan, aku merasa kasihan sama mereka, apalagi sama Luna Maya 'n Cut Tari. Mereka pasti malu, marah, sedih dll. Dan yang pasti pihak keluarga juga, sampe-sampe harus kucing-kucingan sama pemburu berita. Sempet baca-baca dikit niy di sebuah portal, kalo ibunya Luna Maya tiba2 pergi ke India setelah beredarnya video mesum mirip anaknya.
Kehidupan pribadi jadi terusik, dan juga karir mereka terancam. Sebenernya, jahat banget yang ngedarin video2 itu, apalagi ada berita bahwa masih ada puluhan artis yang video mesumnya bakal diedarkan dalam waktu dekat ini. Ga tau deh ada masalah apa antara pelaku yang mengedarkan sama pemeran2 yang mirip posohor negri kita itu.
Pihak berwenang katanya akan memanggil Ariel, Luna Maya 'n Cut Tari dalam minggu ini. Sedangkan pekerjaan mereka yang bertugas membawa imej baik terhadap suatu produk, program acara dll pun terancam. Kemungkinan terburuknya kontrak mereka akan dihentikan.
Hmmm..serem.
Dingin banget niy, AC nya kenceng banget... =p brrrrr..

Selasa, 01 Juni 2010

BUDAYA KITA "HIDUP" DI JALANAN

Apa yang akan terjadi kalo semua anak muda, penerus bangsa negeri ini hobinya sama budaya yang memperdengarkan musik "jedag...jedug...sedang sibuk...sedang sibuk" doang?? Miris banget kan...
Sekarang makin banyak tempat hiburan yang menyuguhkan musik ala Barat, yang notabene banyak juga menyerap tenaga kerja kita juga. Dan bisa dipastikan saat weekend atau ladies night, malahan bisa dipastikan setiap hari, 7 hari seminggu tempat hiburan "ajeb-ajeb" itu penuh sesak oleh pengunjung. Harga minuman" yang bermerk mahal pun tetap banyak yang pesan tuh.
Tetapi pada sadar gak yah...budaya warisan negara kita tercinta, mulai turun ke jalanan karena berkurang peminatnya, khususnya anak muda yang katanya penerus bangsa.
Hari ini aku menyusuri jalanan di Jogja, coz ada keperluan untuk bertemu beberapa klien. Salah satunya di daerah Ruko Casagrande. Saat di per4an Condongcatur, aku berhenti karena traffic light bernyala merah dengan count down yang mati (perasaan hampir semua layar count down dipersimpangan jalan di Jogja mati, sayang banget!).
Seperti dikomando, tiga pria berkostum penari daerah, berjejer di area zebra cross. Muka mereka masing-masing di make-up sedemikian rupa. Setelah meletakkan botol minumal mineral yang sudah mereka modifikasi, serentak mereka menari dengan diiringi musik dari alat musik tradisional yang di bunyikan oleh seorang rekan mereka yang duduk di bawah terik matahari dengan dandanan dan kostum serupa.
Beberapa saat kemudian musik berhenti, tiga penari pria itu berjalan di antara kendaraan yang berhenti untuk meminta rupiah seikhlasnya dari para pemakai jalan. Botol air mineral mereka gunakan sebagai wadah uang untuk upah mereka beraksi di bawah terik matahari.
Terus terang saja, aku gak beri mereka uang atas hiburan itu karena mereka gak lewat di tempat aku berhenti. Memang sedikit dilema, antara sedang buru-buru klo lampu bernyala hijau dan aku bawa ransel yang lumayan ribet kalo ambil beberapa rupiah dari ransel padahal aku ingin memberi.
Saat mereka menari, yang ada dalam pikiranku sedih, miris, marah dan pertanyaan "koq bisa?" pun melayang-layang di kepalaku. Kenapa mereka tidak menggelar pertunjukkan di dalam ruangan ber-AC seperti tempat hiburan "ajeb-ajeb" yang mulai menjamur di Jogja, kenapa tidak ada pengunjung berpakaian rapi seperti pengunjung sebuah orkestra, mengapa tidak ada tepuk tangan meriah seperti band luar negri menyambangi negri ini saat konser. Kontras banget semuanya itu.
Sekarang di beberapa persimpangan jalan di Jogja seperti di per4an Janti dan per4an Condongcatur, ditemukan seniman jalanan yang mencari sesuap nasi di bawah terik matahari, apalagi sekarang hujan masih hobi mengguyur Jogja.
Apakah sebegitu aus kah rasa nasionalisme kita akan budaya kita sendiri?? Tau kan video klip band D'Masiv yang judulnya JanganMenyerah? Itu juga salah satu gambaran budaya kita sekarang. Aku memang gak bisa sepenuhnya memberi kontribusi untuk menyelamatkan budaya kita yang hidup di jalanan. Artikel kecil ini yang hanya dapat aku tulis untuk menyampaikan jeritan para seniman jalanan kita. Dan yang pasti aku akan lebih menghormati mereka saat mereka beraksi di jalanan.
Ayo...selamatkan budaya kita dari jalanan...!!!

Cari Blog Ini